A'tini al-Nay dan Sang Surya



A'tini al-Nay (Give me the flute) adalah syair karya Sang Pujangga Arab-Libanon termasyhur 'Kahlil Gibran' yang kemudian dinyanyikan oleh Sang Diva Arab-Libanon legendaris 'Fairuz' dan musiknya diaransemen begitu agung oleh Sang Maestro 'Najib Hankash'. Fairuz yang terlahir dengan nama Nouhad Haddad adalah seorang Kristen Maronit yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an sesuai tajwidnya ini selalu memikat siapapun yang memahami seni musik dan sastra arab klasik.

::

Pertama kali kudengar irama lagu A'tini al-Nay ini saat Muktamar Muhammadiyah ke-40 berlangsung di Surabaya pada tahun 1978 dan saat itu aku masih duduk di bangku SD Muhammadiyah 1 Denpasar, lagu yang diajarkan oleh Ibu Lestari ini hingga kini masih kuhafal dan insya-allah akan terus menjadi penyemangat batinku kapan saja dan dimana saja..

Lagu 'Sang Surya' yang liriknya ditulis oleh Bapak H. Djarnawi Hadikusumo ini hingga kini tetap menjadi Mars Muhammadiyah:


Mars Muhammadiyah

Sang surya telah bersinar

Syahadat dua melingkar
Warna yang hijau berseri
Membuatku rela hati


Ya Allah Tuhan Robbiku

Muhammad junjunganku

Al Islam agamaku
Muhammadiyah gerakanku


Reff
Di Timur fajar cerah gemerlapan
Mengusir kabut hitam

Menggugah kaum muslimin

Tinggalkan peraduan

Lihatlah matahari telah tinggi
Diufuk Timur sana
Seruan Illahi Robbi

Sami’na waatho’na


::

Kedua kali kudengar lagu A'tini al-Nay ini pada hari Sabtu tanggal 15 Desember 2007 di dalam gerbong kereta api eksekutif yang akan membawaku menemani Yang Mulia Duta Besar RI untuk Republik Arab Syria Bapak H.M. Muzammil Basyuni beserta ibu, putri beliau dan sahabatnya serta sekretaris pribadi beliau dari Kota Damascus ke Aleppo. Di Kota Aleppo itu - dalam cuaca yang sangat dingin - kami berziarah dan sholat di Makam Nabi Zakaria AS dan mengunjungi Benteng Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi.




A'tini al-Nay

Singer:
Fairuz
Lyrics:
Kahlil Gibran
Music:
Najib Hankash


terjemahannya:

Give Me the Flute
Lyrics: Kahlil Gibran
Music: Najib Hankash

Give me the flute, and sing
immortality lies in a song
and even after we've perished
the flute continues to lament
have you taken refuge in the woods
away from places like me
followed streams on their courses
and climbed up the rocks.

Did you ever bathe in a perfume
and dry yourself with a light
drink the dawn as wine
rarefied in goblets of ether
give me the flute then and sing
the best of prayer is song
and even when life perishes
the flute continues to lament
have you spent an evening
as I have done
among vines
where the golden candelabra
clusters hang down
did you sleep on the grass at night
and let space be your blanket
abstaining from all that will come
forgetful of all that has passed

Give the flute then and sing
in singing is Justice for the heart
and even after every guilt
has perished
the flute continues to lament
give the flute and sing
forget illness and its cure
people are nothing but lines
which are scribbled on water.

::

A'tini al-Nay dan Sang Surya
keduanya adalah gairah untuk selalu..
mencintai dan mencerdaskan sesama
seperti yang diteladankan oleh kekasihku..
Rasulullah Muhammad SAW

::


Damascus, Dzulhijjah 1428 - Sidney, Dzulhijjah 1429


Komentar

sigid mengatakan…
Subhanallah....
Malam ini sudah jam 23.24 tatkala untuk pertam kalinya saya mendengar lagu A'tiny al Nay yang ternyata mengilhami lagu Mars Muhammadiyah.
Dan ternyata lagu ini adalah salah satu maha karya dari Kahlil Gibran, pujangga yang selama ini saya hanya membaca tulisan2nya saja.
Sabtu esok, 8 Dzulhijjah tahun ini Muhammadiyah akan merayakan Milad ke-99. Tema sentralnya adalah "99 Tahun Muhammadiyah Mencerdaskan Umat Mencerahkan Bangsa".
Terima kasih pak, dan selamat berkarya. Alhamdulillah saya diberi kepercayaan Majelis Pendidikan Muhammadiyah kendal untuk memberikan pelatihan PeTIK untuk guru2 Muhammadiyah. Ini yang bisa saya lakukan, dan ini yang akan saya lakukan, karena baru ini yang bisa saya lakukan.
Semoga Allah merodhoi kita

Postingan populer dari blog ini

SIMTRADA

SIMPROKA

38 Bidang Keahlian | 131 Program Keahlian | SMK 2008